Benarkan Benjolan Pada Payudara Adalah Kanker?

Kanker payudaraHingga kini, kanker masih menjadi salah satu macam penyakit yang paling di takuti sebab amat berbahaya dan mematikan. Bagi kaum wanita sendiri, kanker yang amat di takuti dan total pengidapnya paling banyak ialah kanker payudara dan kanker serviks. Jumlah pengidap penyakit kanker payudara ini diketahui mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari hari ke hari.

Penyakit kanker payudara dapat terjadi akibat beragam faktor. Diantaranya ialah adanya riwayat keluarga yang mengidap penyakit kanker sejenis, gaya hidup yang tidak sehat sampai adanya paparan zat kimia tertentu pada plastik yang menaikan pertumbuhan serta perkembangan sel kanker didalam tubuh.

Studi terbaru yang dikerjakan para ahli kanker di Universitas Oakland di Michigan menemui bahwa terdapat beberapa zat kimia yang terkandung didalam plastik dan dapat memicu meningkatnya pertumbuhan sel kanker. Zat kimia itu kerap disebut sebagai Bisphenol S ( BPS ). Zat ini berpotensi tinggi mempengaruhi hormon dalam tubuh sehingga mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya sel kanker payudara.

Sumi Dinda, seorang Professor di Michigan mengungkapkan, apabila seorang wanita mempunyai gen BRAC1 dan menggunakan produk yang mengandung BPS, ia mempunyai resiko buat mengidap penyakit kanker lebih besar. Zat kimia BPS merupakan suatu zat yang dapat menaikan jumlah sel kanker didalam tubuh.

Karena temuan inilah, para ahli amat menganjurkan supaya kita semua dapat mengurangi penggunaan plastik. Hindari pula meletakkan makanan yang masih panas pada wadah yang berbahan dasar plastik.

Benarkah benjolan pada Payudara itu merupakan kanker?

Tidak semua benjolan pada payudara itu ialah kanker payudara atau ganas. Dapat pula itu merupakan benjolan yang bersifat jinak seperti limpoma, fibro adenoma mamma. Untuk itulah, dengan menemui benjolan dari dini ialah penting.

Penyebab kanker payudara

Penyebab penyakit kanker payudara sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti. Tapi terdapat beberapa faktor yang “diduga” sebagai penyebab terjadinya penyakit kanker payudara, antara lain :

  1. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak hewani
  2. Virus, dan
  3. Penggunaan hormon estrogen dosis tinggi.

Tapi yang sudah pasti diketahui ialah bahwa setiap wanita mempunyai gen yang dapat mempengaruhi, atau membawa penyakit ini ( genetic susceptibility ). Jadi jika gen ini terangsang, maka ia dapat bermutasi dan menyimpang, kemudian jadilah kanker.
Wanita Yang beresiko tinggi terkena kanker payudara

Dulu penyakit kanker payudara memang cuman di alami ibu-ibu berusia diatas 40 tahun, maka kini tampaknya sudah terjadi pergeseran. Dibawah daftar resiko tinggi kanker payudara, mencakup :

  1. Dari hasil penelitian, wanita yang berusia 40 tahun pun ke bawah pun dikatakan sudah mulai beresiko terjangkit kanker payudara.
  2. Terlebih buat yang punya riwayat keluarga yang mengidap penyakit kanker payudara.
  3. Wanita yang tidak punya anak atau yang memiliki anak pertama sesudah berusia diatas 40 tahun, beresiko buat terjangkit kanker payudara.
  4. Ibu-ibu yang tidak menyusui anaknya, atau yang masa menyusuinya amat singkat rentan terhadap kanker payudara ini. Jadi pemberian ASI eksklusif 9 bulan juga berguna bagi Ibu.

Baca informasi penting tentang Obat Herbal Kanker Payudara Paling Mujarab

Bagaimana tanda-tanda kanker payudara?

Namun tidak perlu terlalu khawatir dengan penyakit ini, yang terpenting ialah mengetahui gejala kanker payudara ini dengan sedini mungkin. Dengan mengetahui gejalanya sedini mungkin, maka proses penyembuhan akan lebih cepat, gampang dan dapat sembuh total. Gejala atau ciri-ciri awal kemungkinan kanker payudara, meliputi :

  • Benjolan yang tidak terasa sakit di payudara.
  • Puting susu yang berdarah, atau keluarnya cairan yang tidak wajar.
  • Mengalami perubahan pada kulit payudara yang menjadi bengkak, atau berkerut seperti kulit jeruk.

Nah, sudah tau kan sobat ternyata tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker. Yang pasti jika sudah merasakan gejala tersebut sebaiknya buru-buru diperiksakan ke dokter. Semoga bermanfaat.

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *